Violet Kaneeya Zachary


❝ And she used to be friends with scars, no wonder if her soul have lots of wounds. ❞

Basic Profile

Full Name:
Violet Kaneeya Zachary.

Nick Name:
Violet / Kanee / Vio / Eeya.

Date of Birth:
November 11, 1997.

Place of Birth:
Bali, Indonesia.

Blood Type:
O.

Sexual Orientation:
Heterosexual.

Default Resident:
Jakarta, Indonesia.

Language:
Indonesian - Italian - Germany - English.

Education:
Majoring in Music Arts Department at Universitas Negeri Jakarta, '15.

Occupation:
Radio Broadcaster on TRAX.FM.

Trivia

Seni, merupakan hal yang ia cintai. Karena seni telah mengalir dalam dirinya, sejak ia kecil. Tattoo dan piercing, adalah salah satu seni yang ia sukai. Hijau dan hitam adalah warna kesukaannya. Tak ada hal yang dapat menggantikan nikmatnya segelas kopi bagi sang dara. Ia juga pecinta olahraga. Ia juga mencintai Sleeping With Sirens dan Queen. Makan 25/8.Koleksi buku bacaan miliknya telah mencapai 789 buah.

Writer's Note

Halo, saya adalah #Blue. Saya penulis karakter Violet yang sedang kalian baca. Ada beberapa hal yang harus saya sampaikan disini, bahwa karakter Violet dibuat semata-mata hanya untuk kepentingan role-playing. Semua cerita yang kalian baca, tidak ada hubungannya dengan kehidupan asli sang penulis. Pun dengan karakter yang telah dibuat, tidak ada kaitannya dengan kehidupan serta sifat dari rupa Park Jamie yang saya gunakan.
Berikut adalah panduan bagi para pembaca.

Saya terbuka untuk segala diskusi tentang relasi, plot, maupun permintaan untuk saling bermutual. Penulis mengizinkan karakter untuk melakukan multiverse dan god-modding dalam pelaksanaan plot, tergantung pada kebutuhan penulisan. Akun ini terkadang bersifat rant, jadi harap dimaklumi bila penulis terkadang menulis beberapa kalimat yang tidak sepantasnya. Bukan bermaksud hati untuk beralasan, namun penulis juga hanya manusia biasa. Beberapa pedoman dalam penulisan:1. [[ ..... ]] = merupakan penulisan yang bersifat mun, dan tidak berkaitan dengan karakter Violet.
2. // ..... // = merupakan penulisan yang tidak bersifat in character, atau merupakan percakapan biasa.
3. " ..... " = merupakan penulisan yang bersifat in character, atau merupakan bagian dari percakapan dalam sebuah plot yang dilakukan.

Terima kasih sebelumnya untuk semua partisipan yang telah membantu #Blue sang penulis untuk membentuk karakter Violet. Selanjutnya, untuk diskusi dapat dilakukan dengan mengetuk pesan langsung dari akun Violet. Terima kasih telah menyempatkan waktunya untuk membaca kisah Violet Kaneeya Zachary!

Background Story


Denpasar, Bali. 20xx.

Hari itu adalah ulang tahunnya, ketika semua bagian dari keluarga yang ia cintai berkumpul di bawah atap rumahnya untuk merayakan kebersamaan mereka. Namanya Violet Kaneeya Zachary, si bungsu dari pasangan keluarga Zachary. Sementara kakaknya bernama Greyson Reign Zachary. Ibunda mereka sedang memasak di dapur, sementara ayah mereka masih belum pulang ke rumah.

Sudah hampir satu bulan berlalu sejak peristiwa itu terjadi, ketika ayahnya pulang ke rumah dalam keadaan mabuk. Lambat laun baru Violet ketahui, bahwa perusahaan yang ayahnya pimpin baru saja mengalami kegagalan dalam salah satu proyek besarnya, dan mereka mengalami kerugian besar. Hal tersebut telah merubah sang ayah, ia tak lagi pernah menyapa keluarganya. Ia mulai sering pulang larut malam, mabuk-mabukan, berjudi, dan puncaknya adalah ketika ia menemukan satu buah plastik terjatuh dari kantung jas ayahnya berisi narkoba.

Hari itu adalah salah satu hari Minggu di bulan November, ketika ayahnya datang bersama beberapa pria menyeramkan dan masuk begitu saja menerjang pintu yang masih setengah terbuka seraya berjalan cepat ke arah Violet. Semua orang kebingungan, hingga ibu mereka bertindak dan adegan tarik-menarik pun terjadi. Greyson yang tak ingin adiknya dibawa pergi pun ikut berusaha menolongnya, namun yang ia dapat hanya pukulan keras dari orang-orang yang datang bersama ayahnya. Adegan sengit itu berlanjut hingga sebuah letupan yang berasal dari sebuah pistol berbunyi, menerbangkan timah panas dan menancapkan proyektil tersebut tepat di jantung sang ibu.

Violet meronta dalam genggaman para penawannya, ia meraung menyaksikan ibunya telah tewas bersimbah darah. Dan Greyson remaja itu melompat, menerjang orang-orang yang kini ia anggap musuh. Ia menghujani musuhnya dengan tusukan dari belati yang ia ambil dari laci di dapur, membuatnya berubah menjadi pemangsa berdarah dingin. Ia memang mengalahkan musuhnya, tapi tidak satu orang pemimpinnya dan satu orang lain yang telah pergi membawa adiknya.

"Bergabunglah dengan Reverse. Dan sampai saat dimana kau telah lulus, adikmu akan kujaga. Datanglah, bila kau memang ingin adikmu selamat." ucap sang pemimpin sebelum pergi meninggalkan Greyson yang tengah terengah-engah.

Sementara Violet terus meronta dan memanggil nama kakaknya dari dalam sebuah mobil yang telah menderu pergi. "Greyson!"

Lecce, Italia. 20xx.

Ruangan itu terasa pengap, dan peluh kini telah membasahi sekujur tubuh Violet yang sedang terduduk dengan posisi kedua tangan terikat di belakang sandaran kursi. Sebuah kain penutup berwarna hitam dililitkan di sekitar matanya, membuat kegelapan menelannya secara utuh. Kemudian ia mendengar suara pintu dibanting dengan keras, serta suara sang penawan yang membawa seseorang yang memberikan sumpah serapah padanya.

"Grey?" panggil Violet, dan tiba-tiba saja laki-laki itu telah duduk bersimpuh di hadapannya, mencoba untuk membantunya melepaskan diri. Namun keadaan haru itu harus terhenti, ketika Mr. Cedric, sang penawan telah datang kembali dan menyuruh Greyson melaksanakan hal yang mustahil dapat ia lakukan.

"Violet, percayalah padaku." ucapnya, dengan tangannya yang gemetar menggenggam sebuah pistol semi otomatis di tangan. Ia harus menembak sebuah apel yang telah anak buah Mr. Cedric letakkan di atas kepala Violet, dan hanya cara itulah yang dapat membebaskan Violet dari penyanderaan yang selama ini ia lewati. Penyanderaan yang disebabkan oleh sang ayah yang menjualnya pada sekelompok mafia yang ia temui di club malam. Sementara senjata semi otomatis itu merupakan seni menggunakan senjata yang tak pernah Greyson kuasai.

Namun Violet menyayangi kakaknya, jadi ia hanya mempasrahkan takdirnya pada keyakinan Greyson yang mencoba untuk membantunya. Ketika pelatuk dari pistol tersebut ditekan, melemparkan proyektil timah menuju sasarannya dengan suara berdesing.

Dan pada detik setelahnya, tubuh Violet tersentak. Tak ada teriakan maupun isakkan, ketika ia merasakan panas serta perih di tubuhnya yang tertabrak material kecil bernama peluru.

Appearance

Pemilik dari nama Violet Kaneeya Zachary ini lahir di Pulau Dewata, Bali pada tanggal 11 November tahun 1997. Iris matanya yang sehitam eboni, terbingkai dalam wajah chubby yang tak pernah lepas akan senyumannya yang manis. Rambut hitamnya yang indah seringkali ia pangkas, atau ia warnai.

Bergeserlah sedikit, dan kau akan melihat lima tindikan berada di telinga kanannya. Serta satu tindikan lain yang berada di sisi hidung sebelah kanan. Ingatkan aku bahwa seni adalah hal yang ia cintai. Itulah sebabnya, sebuah tato berukir bunga matahari tercipta di lengan kanan sang dara. Terdapat tiga tattoo lainnya, satu berada di jari manis sebelah kiri, naik sedikit untuk melihat tattoo lainnya yang bertengger di lengan sebelah kiri, serta satu lagi berada tepat di atas tattoo bunga matahari.

Usianya sudah 21 tahun, namun tinggi badan yang hanya mencapai 160cm itu tidak menghentikan pergerakannya yang lincah. Sampai saat ini pun ia masih sangat senang berlari, menaiki bukit, atau sekedar berjalan-jalan dengan kakinya yang tidak sekecil yang kalian kira.

Personality

Violet, atau yang biasa kalian sapa Eya adalah gadis periang. Sifatnya supel, dan mudah berbaur dengan lingkungan baru. Orang-orang di sekitarnya bilang, ia memiliki selera humor yang bagus atau bisa dibilang, ia manusia bobrok. Hobinya adalah membuat semua orang yang dekat dengannya tertawa, membuat mereka merasa bahwa mereka tidak sendiri. Meskipun tak jarang, sifat baiknya disalahgunakan pihak tidak bertanggung jawab yang sering meninggalkannya begitu saja.

Eya sebenarnya adalah anak yang manis, namun beberapa hal dapat membuat suasana hatinya terusik dengan mudah. Insecurity mengaliri darahnya seperti cairan empedu, membuatnya merasakan pahit dan berakhir dengan menyalahkan dirinya sendiri karena tak memiliki kemampuan untuk menjaga orang-orang yang ia sayangi tetap berada di sisinya.

Namun meski begitu, Eya adalah gadis yang dapat dipercaya untuk menyimpan rahasia, memberikan nasihat, maupun menjadi pendengar bagi siapa saja yang membutuhkannya. Ia juga tak merasa canggung ketika harus memberikan semangat pada orang-orang di sekitarnya, baik itu orang yang ia kenal, maupun tidak.

Dia adalah anak yang penyayang. Kurangnya kasih sayang yang ia dapatkan, serta kejadian masa lalu yang menimpanya membuatnya menjadi gadis yang kuat. Ia akan bersedia berdiri di depanmu ketika ada masalah yang mengganggumu. Bagaikan perisai dengan kekuatan super, ia tak hanya mampu menahan, tapi juga melawan dan mengobati dirimu yang terluka.

Tapi jangan pernah tinggalkan dia ketika ia telah menganggapmu penting, atau dia akan berubah 180° menjadi orang yang sama sekali tidak kau kenal. Atau mungkin, tidak pernah kau temui.